468x60 ads




Perbedaan Plasma TV,LCD TV,Dan LED TV

0 komentar

PERBEDAAN PLASMA TV , LCD TV , DAN LED TV


Pengertian  PERBEDAAN PLASMA TV , LCD TV , DAN LED TV
Era TV Tabung yang sudah berpuluh tahun menjadi perangkat elektronik keluarga favorit untuk menghadirkan tayangan hiburan segera berakhir dalam beberapa waktu ke depan. Standar baru siaran digital yang saat ini sudah memasuki tahapan uji-coba di ibu kota dan akan menyusul kota-kota lain dalam waktu dekat nampaknya memicu percepatan pergeseran untuk menggunakan perangkat TV Digital seperti Plasma TV, LCD TV, dan teknologi terbaru LED TV.
Selain itu, berbagai keunggulan yang ditawarkan juga melambungkan popularitas TV layar datar dari ketiga jenis teknologi tersebut, antara lain: ukuran yang tipis, ringan, dan dapat digantungkan di tembok. Ukuran layar yang besar juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanyangan televisi. Tidak ketinggalan pula fitur hemat energi yang ditawarkan, yang memungkinkan penghematan konsumsi listrik.
Membeli Televisi Digital, nampaknya bagi sebagian orang cukup menyulitkan, karena munculnya berbagai terminologi baru yang membingungkan, dimana seringkali teknologi yang sama mendapat label yang berbeda di antara produsen yang berbeda. Salah satu yang paling membingungkan adalah perbedaan antara Plasma TV, LCD TV, dan LED TV. Tidak terhitung kali penggunaan sebutan “Plasma TV” diarahkan untuk sebuah LCD TV, mengingat Plasma merupakan salah satu teknologi pertama untuk layar datar dengan ukuran yang besar (>42”). 
Apa sebenarnya perbedaan antara ketiga jenis TV layar datar tersebut? Manakah diantara ketiga jenis TV tersebut yang layak untuk dibeli?
Plasma TV
Plasma Display Panel (PDP) atau di Indonesia banyak dikenal sebagai Plasma TV merupakan salah satu jenis teknologi TV layar datar yang memungkinkan produsen untuk memproduksi TV Layar Datar ukuran besar secara massal dengan harga yang ekonomis. 
Istilah dan konsep teknologi Plasma TV sendiri diperkenalkan pada tahun 1936 oleh seorang ahli Fisika, Elektronika, dan penemu dari Hungaria [1]. Pada perkembangannya IBM, Fujitsu, dan Panasonic memperkenalkan beberapa jenis televisi yang memanfaatkan teknologi Plasma pada hasil riset mereka. Baru pada tahun 1997, Fujitsu diikuti Philips dan Pioneer, merilis TV layar datar ukuran 42 inci dengan teknologi Plasma secara komersial [2].
Istilah PDP sendiri berasal dari penggunaan sel Plasma, yang merupakan lampu Fluorescent, sebagai dasar pencahayaan layar televisi tersebut. Sebuah Plasma TV memanfaatkan jutaan sel Plasma yang diletakkan diantara dua panel layar kaca. Setiap sel yang berisi kombinasi antara gas noble dan sejumlah kecil mercury yang akan diuapkan dan diberi aliran listrik sehingga berpendar dan membentuk plasma. Warna dihasilkan dari fosfor yang terdapat di dalam sel tersebut, di mana di dalam setiap sel akan berisi fosfor 3 jenis warna utama, yaitu: Red, Green, dan Blue, atau biasa dikenal dengan RGB. Perbedaan voltage yang diberikan pada tiap sel juga menghasilkan kombinasi warna yang ada.
Keunggulan Plasma TV
  • Menghasilkan warna hitam yang lebih baik dari LCD TV
  • Contrast rasio yang tinggi (1:2.000.000)
  • Sudut pandang lebih lebih lebar
  • Refresh Rate dan Response Time yang cepat, meminimalisir tampilan gambar kabur
Kelemahan Plasma TV
  • Gambar diam yang ditampilkan dalam waktu yang lama akan menimbulkan burn-in dan gambar berbayang
  • Kualitas gambar akan terus menurun seiring dengan lamanya penggunaan, meskipun dalam jangka waktu yang relatif lama
  • Lebih berat dari LCD
  • Menggunakan daya listrik yang lebih besar dibandingkan dengan LCD TV
  • Ukuran umumnya tidak tersedia di bawah 42 inci.
LCD TV
LCD TV yang di pasaran tampil lebih dulu dari Plasma mengalami penurunan popularitas sejak kemunculan Plasma TV mengingat berbagai kelebihan yang ditawarkan dibandingkan LCD generasi awal. Dengan harga yang jauh lebih mahal untuk ukuran yang lebih kecil, membuat penjualan Plasma meningkat.
Namun demikian, pada perkembangan selanjutnya, LCD TV dengan harga ekonomis dengan berbagai kemajuan teknis, membuat konsumen kembali beralih ke LCD TV. Seiring dengan kemunculan HDTV dan Full HD TV di jajaran produk LCD TV, diikuti dengan ukuran yang besar, harga LCD TV pun juga semakin masuk akal di kantong konsumennya.
Pada dasarnya LCD TV bekerja dengan memproduksi gambar hitam dan berwarna dengan melakukan seleksi cahaya yang dipancarkan oleh serangkaian lampu teknologi CCFLs (Cold Cathode Fluorescent Lamps) di belakang layar. Jutaan lampu tersebut akan dinyalakan dan dimatikan melalui LCD shutter dengan melewatkan cahaya putih dengan  intensitas tertentu. Setiap shutter akan digabungkan dengan filter warna yang akan melewatkan warna Red, Green, dan Blue (RGB). Shutter dan Filter yang masing-masing merupakan sub-pixel ini berukuran sangat kecil, dan secara kasat mata membentuk gabungan yang disebut dengan pixel [3].
Keunggulan LCD TV
  • Menghasilkan warna yang lebih realistis
  • Teknologi anti glare (tanpa bayangan)
  • Tersedia mulai ukuran kecil hingga besar
  • Tidak ada radiasi yang dipancarkan
  • Dapat digunakan sebagai monitor komputer
  • Kebutuhan sumber daya listrik yang lebih rendah dibanding Plasma

Kelemahan LCD TV
  • Kualitas gambar akan menurun apabila dilihat pada sudut pandang yang lebar
  • Untuk ukuran yang besar, harganya lebih mahal apabila dibandingkan dengan Plasma TV
  • Refresh Rate dan Response Time yang jauh lebih rendah dibandingkan Plasma, sehingga kadang menghasilkan gambar yang kabur
LED TV
Beberapa tahun terakhir, pasar televisi digital diramaikan dengan hadirnya sebuah teknologi televisi layar datar yang oleh beberapa vendor elekronik terkemuka disebut dengan LED TV. Vendor yang paling agresif dalam menggelontorkan TV dengan teknologi baru ini antara lain: Samsung Electronics, LG Electronics, Toshiba, dan berbagai vendor terkemuka lainnya.
Pada dasarnya sebenarnya LED TV merupakan pengembangan dari  LCD TV dimana jenis ini menggunakan LED Backlight sebagai pengganti cahaya fluorescent yang digunakan pada jenis LCD TV sebelumnya. Ada dua macam bentuk LED TV yang beredar di pasaran: RGB LED dengan LED yang diletakkan di belakang panel layar, atau EDGE-LED dimana LED diletakkan di sekeliling layar [5].
Kelebihan LED TV
  • Tingkat contrast yang jauh lebih tinggi dibandingkan LCD TV, setara atau bahkan lebih tinggi daripada Plasma TV
  • Memungkinkan produsen untuk memproduksi televisi layar datar dengan ukuran super tipis, dengan ketebalan sekitar 2.5 cm
  • Lebih ramah lingkungan
  • Konsumsi listrik yang lebih rendah sekitar 20-30% dibandingkan LCD TV konvensional
  • Berbagai produk LED TV dari vendor terkenal menawarkan fitur pemrosesan gambar digital, fitur Digital TV Tuner, dan berbagai fitur terbaru lainnya.
Kelemahan LED TV
  • Harga yang lebih mahal, pada saat ini untuk ukuran yang sama, harga LED TV yang termurah sekitar 1,5 kali lipat LCD TV konvensional
Kesimpulan
Secara umum LED TV menawarkan kualitas gambar yang lebih baik apabila dibandingkan dengan LCD TV, khususnya untuk contrast gambar serta kesempurnaan warna hitam, , meskipun bagi sebagian besar orang perbedaan itu tidak terlalu nampak. Hal ini disebabkan karena kualitas LCD TV yang sudah cukup memadai. Apabila dibandingkan dengan plasma, kualitas yang ditawarkan juga setingkat atau bahkan lebih, mengingat LED TV terbaru menawarkan berbagai fitur tambahan untuk mengolah gambar.
Perbedaan harga yang cukup mencolok dengan LCD TV, tidak menyurutkan sebagian orang untuk membeli LED TV, mengingat penampilan LED TV yang lebih tipis dan dengan desain terbaru. Bagi sebagian orang lain yang menempatkan harga di atas berbagai kriteria pembelian TV, nampaknya LCD TV masih menjadi pilihan utama. Plasma sendiri, nampaknya sudah tidak terlalu menarik minat, dan mulai ditinggalkan sejak tahun 2007, mengingat perbedaan harga yg sudah semakin tipis antara LCD TV dan Plasma TV. Desain yang juga terlihat usang juga semakin menyurutkan minat orang yang akan membeli Plasma TV. Panasonic sebagai salah satu produsen yang selama bertahun-tahun kukuh dengan memproduksi Plasma TV untuk ukuran 42 inci ke atas, akhir-akhir ini sudah mulai mengalihkan jajaran TV terbarunya dengan teknologi LCD TV dan LED TV.
Akhirnya, semuanya terpulang kembali kepada calon pembeli. Apabila anggaran yang tersedia mencukupi, pemilihan LED TV nampaknya cukup tepat, mengingat LED TV sudah dipersiapkan untuk teknologi TV digital yang benar-benar akan menggantikan TV analog pada tahun 2018. Namun apabila anggaran terbatas, LCD TV merupakan pilihan yang paling pas, mengingat fitur yang disediakan sudah cukup memadai, lebih ringan, serta lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan Plasma TV.

"Asal Usul Kata Okee"

0 komentar

Asal Usul Kata "OKE"- 


Kata Oke adalah sebuah kata yang tidak mengandung arti khusus namun kata ini sudah lazim dan akrab sekali dipergunakan oleh kita semua pada kesehariannya, dalam penulisan pun sedikitnya ada tiga bentuk “ OKEY” kemudian “ OKE “ dan “ OK” semua adalah sama yakni merupakan suatu bentuk persetujuan pada sebuah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Lalu bagaimana kata tersebut bisa muncul, mari kita membahasnya disini
Nah ini merupakan tulisan dari teman naufal berupa cetakan print yang katanya dari situs kontekaja.com berhubung naufal menganggap tulisan ini penting jadi semuanya naufal tulis ulang. Berikut adalah artikelnya :

KATA oke atau OK sudah sangat akrab bagi kita dan bisa jadi ini adalah kata dalam bahasa Inggris yang paling tersebar luas ke seluruh dunia. Kata ini digunakan oleh para penutur bahasa-bahasa yang masih satu rumpun dengan bahasa Inggris hingga yang berbeda rumpun. Bahkan, orang-orang Rusia yang tidak mengenal susunan vokal+konsonan seperti ini pun tetap fasih melafalkan OK. Demikian pula orang-orang Arab.

Meski penggunaannya sudah menyebar begitu luas, tidak terlalu jelas dari mana kata ini berasal. Dalam bidang bahasa dikenal istilah etimologi, yakni ilmu yang mempelajari asal usul suatu kata. Riwayat kata OK merupakan salah satu topik paling populer yang dikaji oleh para etimolog. Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang asal muasal kata OK.

1. ‘OK' sebagai singkatan dari O (zero) Killed. Tentara Amerika menggunakanya dalam Perang Dunia Kedua saat mereka baru pulang usai menjalani misi. Zero Killed berarti tidak satupun prajurit yang tewas dalam misi itu.

2. ‘OK' berasal dari kata dalam bahasa asli Indian okeh. Tidak ada keterangan apa pun tentang arti kata okeh ini.

3. ‘OK' sebagai singkatan dari Oberst Kommandant (istilah orang Jerman untuk Colonel-in-Command) dan digunakan oleh Baron Von Steuben, seorang Jenderal Amerika dalam Perang Revolusi.

4. ‘OK' berasal dari nama Perancis untuk pelabuhan di Haiti, Aux Cayes, yang terkenal dengan produksi rum.

5. ‘OK' sebagai singkatan dari Orrin Kendall, nama merek crackers (biskuit asin) yang dikirim sebagai suplai makanan bagi tentara Amerika selama Perang Sipil.

6. ‘OK' berasal dari istilah telegram era 1860-an untuk Open Key. Ini sejenis kunci seperti yang ada pada papan kunci (keyboard) komputer modern.

7. ‘OK' sebagai singkatan untuk oll korrect, kesalahan eja untuk all correct. Presiden AS Andrew Jackson seorang pengeja yang payah dan menuliskan OK dengan maksud menandai bahwa semua dokumen kenegaraan yang dibacanya berstatus all correct.

Banyak etimolog mengatakan penjelasan inilah yang paling mendekati kebenaran.
Bagaimana menurut Anda?
Oke nggak ?



Lihat Cara Kerja Layar Sentuh (TouchScreen)

0 komentar

Lihat Cara Kerja Layar Sentuh (TouchScreen)

Teknologi yang dibenamkan di Hp sudah semakin canggih saja…..hampir dapat dikatakan bahwa setiap kali vendor menlaunching produk baru pastilah ada teknologi baru yang disematkan pada produk tersebut. Salah satunya adalah teknologi layar sentuh bahasa kerennya touchscreen.

Mungkin kita sudah tidak asing mendengar kata touchscreen, namun tahu kah anda bagaimana touchscreen itu dapat berkerja ?

Nah untuk itu chandra mencoba membahasnya disini, supaya kita jangan Cuma asal bisa nyebut saja, giliran diminta menjelaskan malah bingung sendiri….Yuk kita dengarkan bahasannya….

Secara garis besar teknologi touchscreen ini merupakan suatu paduan antara tiga komponen utama yaitu :

Sensor sentuh
Merupakan suatu panel kaca bening pada Hp dengan permukaan yang dirancang khusus supaya responsive terhadap sentuhan. Sensor sentuh ini merupakan komponen lapisan pertama yang seyogyanya dapat disebut inilah komponen yang selama ini bersentuhan dengan jari tangan kita atau dengan jotter.

Panel sensor diletakan pada seluruh sudut dari layar Hp dan menyebabkan setiap sudutnya responsive terhadap sentuhan, tugas inti dari sensor sentuh ini adalah mengubah aliran listrik atau sinyal. Perubahan voltase inilah yang membedakan bidang mana yang disentuh.

Controler
Merupakan suatu penghubung antara sensor sentuh dengan CPU pada perangkat Hp. Informasi berupa sentuhan yang diterima oleh sensor sentuh dialirkan ke Controler untuk selanjutnya dikirimkan ke CPU yang akan menerjemahkan intruksi apa yang harus dijalankan. Letak controller tersebut secara umum diletakan dibawah layar yang telah terdapat sensor sentuh atau diletakan pada wadah berupa plastik.

Driver
Sesuai dengan namanya yakni pengemudi, driver inilah yang mengemudikan supaya sensor sentuh dan controller serta CPU berkerja secara bersamaan sehingga tidak terjadi crash atau error command. Jadi driver ini secara kasar dapat dikatakan sebagai supir yang harus pandai mengemudikan supaya tidak terjadi kecelakan.

Nah begitulah kira – kira bahasan secara garis besar bagaimana teknologi touchscreen bekerja….semoga bermanfaat.


Game Panjat Pinang AMIKOM Yogyakarta Terfavorit di Google Play

0 komentar

Game Panjat Pinang AMIKOM Yogyakarta Terfavorit di Google Play



Game Panjat Pinang yang dikembangkan oleh AMIKOM Game Dev (AGD), STMIK AMIKOM Yogyakarta mendapat sambutan luar biasa dari para pencinta game online. Buktinya, meski baru diluncurkan pertengahan Agustus lalu, permainan itu sudah diunduh lebih dari 100 ribu kali.
Game yang bertemakan salah satu lomba 17 Agustus-an tersebut masuk dalam trending apps Google Play. Bahkan, game yang berbasis Android itu menduduki peringat pertama dalam top new free games Google Play dan news apps, serta peringkat tujuh top free apps.

Programmer game Panjat Pinang AGD STMIK AMIKOM Pratama Nurwijaya berkata, game sederhana ini mendapat review positif dari para pengunjung Google Play. Dari 956 pengunjung yang memberikan review, 63,8 persen di antaranya memberikan rating bintang lima dan secara keseluruhan mendapat rating 4,2 dari total nilai lima.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi AMIKOM Game Dev. Apalagi yang membuat game ini para mahasiswa yang baru pertama kali mengerjakan permainan untuk sistem operasi Android. Keberhasilan ini akan semakin memotivasi kami mengembangkan game lain yang tidak hanya menghibur pengguna, tapi juga mengenalkan budaya Indonesia kepada dunia,” ungkapnya kemarin.

AGD merupakan komunitas game yang berdomisili di AMIKOM. Anggotanya memiliki ketertarikan khusus di bidang pengembangan game. Komunitas ini berdiri pada 20 Januari lalu dan hingga Agustus ini sudah menghasilkan dua game. Selain Panjat Pinang, sebelumnya ada game Jumping Granny. AGD saat ini sedang melakukan pembuatan game lainnya dan rencananya dirilis Oktober mendatang.

“Kami berharap AGD tetap fokus pada kualitas, skill, serta mampu menghasilkan game yang dikenal oleh dunia,” kata Ketua AGD STMIK AMIKOM Yogyakarta Agus Tri Hariyanto. (priyo setyawan/koran si)(//rfa)

Sumber: Okezone

Apa sihh enaknya Tauran???

0 komentar

Enaknya Tawuran...?Manfaat Tawuran apa...? Jepang yang terkenal dengan Yakuza nya aja siswa SMA nya gak pake tawuran. HongKong dan TaiWan yang terkenal dengan Triad nya juga siswa SMA nya baik baik... Di HongKong dan TaiWan, kalo remajanya pengen tawuran, mereka meng atas namakan kelompok nya... Bukan atas nama sekolah... Di Indonesia gimana...? Coba bayangkan...!!! SMA aja di dalamnya ada berbagai crew war (perang), angkatan perang dan malah ada pangkat jendral nya segala... Keren atau Lebay...? Kasihan polisi indonesia... Bertindak keras, katanya represif, melanggar HAM... Di diemin aja, banyak pelajar dan mahasiswa yang meninggal, bahkan di papua banyak polisi yang meninggal waktu membubarkan unjuk rasa blokade jalan... Terus maunya gimana...? Di pentung gak boleh, di bedil melanggar ham, tapi kok ya kalo unjuk rasa dan tawuran rusuh nya luar biasa... Kapan pintarnya kalo begini caranya... Coba jawab... Siswa sekolah dan mahasiswa yang hoby tawuran, unjuk rasa anarkis... Termasuk KEREN atau apa nih...? Kalo gak mau di tindak keras, yah mohon tahu diri lah... Mau tahu apa kegiatan siswa dan mahasiswa di luar negeri...? Waktunya sekolah yah sekolah... Kalo ada perselisihan, diselesaikan secara jantan, damai atau di luar institusi... Kallo berani One by One...!!! Kallo Menang dari tauran mah jangan bangga...!!! Sangat patuh dengan yang namanya GURU... Banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan positif... Kalo hari minggu, kumpul di mall, belajar modern dance, battle dance di mall, main game online, dan kongkow bareng di cafe... (pengalaman teman kuliah di TaiWan)... Kapan siswa dan mahasiswa indonesia bisa seperti itu...? persenem mahasiswa Di Indonesia ini mungkin Cuma yahh sekitar 0,an llah...

Blog Archive

Labels